Category: Extracurricular

SINLUI CHOIR RAIH JUARA 2 ASIA CHORAL GRAND PRIX 2019

SINLUI CHOIR RAIH JUARA 2 ASIA CHORAL GRAND PRIX 2019

Bukan menjadi sebuah kebetulan Sinlui bisa memenangkan juara dua diajang perlombaan Internasional. Tak hanya di dunia akademik tetapi juga di dunia tarik suara. Sinlui Choir merupakan Paduan Suara dari SMAK ST LOUIS 1 Surabaya yang tentnya sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya

Sinlui Choir kali ini membawa tuga generasi mereka untuk berangkat ke Manila untuk membawa pulang kemenangan. Tak hanya mewakili sekolahnya, Sinlui Choir juga mewakili Indonesia diajang perlombaan ini.

Perjuangan mereka memang tidak mudah. Sinlui Choir harus bertalih pagi, siang bahkan malam di temani dengan anak-anak basket yang juga berlatih. Mereka memulai latihan dari pagi hingga malam hari di sekolah kami. Hal ini tentu membuktikan bahwa seluruh murid sinlui baik peserta didik maupun almuni masih ingin mengharumkan nama sekolah.

Di Manila, mereka berusaha memberikan yang terbaik bagi sekolah. Ditambah dengan memakai baju adat Makassar membuat nuansa Indonesia makin terlihat. Mereka pun keluar menjadi Juara 2 di Manila. Meski tidak keluar menjadi Juara 1, mereka sudah menjadi Juara 1 di hati kami (SMAK ST LOUIS 1 SURABAYA)

Terima kasih Sinlui Choir atas kerja keras kalian.

Bukan Hanya Skill tetapi Kerjasama juga Sangat Dibutuhkan – CLIQUE

Bukan Hanya Skill tetapi Kerjasama juga Sangat Dibutuhkan – CLIQUE

Clique merupakan sebutan team dance dari SMAK ST. LOUIS 1 Surabaya. Terdiri dari 12 anggota yang menjadi satu nama untuk mewakili nama SINLUI di DBL Arena. Memang sulit untuk menyatukan duabelas perbedaan tetapi semua itu dapat dijalani dengan begereaknya waktu.

Kerjasama team sangat dibutuhkan dalam Clique. Sama seperti Indonesia berani bertolerasni, berani mengutamakan kelompok merupakan hal yang sangat utama untuk membentuk sebuah kesatuan.

Team Clique 2018-2019 telah mencapai sebuah keberhasilan yang sangat baik. Team ini terdiri atas Lisa (Ketua), Gwen, Helena, Jasmine, Belinda, Caryn, Gaby, Eveline, Regina, Sydney, Ucha dan Cyta. Mereka berduabelas lah yang mempertahankan gelar Clique selama 2 tahun berturut-turut menjadi Juara 2 UBS Gold Dance Competition. Memang masih juara 2 tetapi sudah mencapai juara 2 merupakan hasil yang sangat memuaskan untuk sekolah, ditambah lagi dengan “Best Costume” membuat gelar Clique makin banyak.

Yang menjadi kelebihan dari team ini adalah setiap anggotanya sudah pernah mengikuti ajang yang sama pada SMP sehingga pengalaman mereka sangat cukup di dunia tari DBL. Tak hanya itu skill mereka pun tidak dapat dipungkiri kehebatannya 3 dari anggota mereka merupakan anak balet dan satu diantara mereka merupakan anak club dance “first move dan sudah berpengalaman membuat koreo. Kelebihan ini membuat Clique makin dipandang di sekolah dan juga di DBL. Banyak team luar yang takut terhadap Clique tetapi mereka selalu berusaha agar tidak sombong dan terus berlatih.

Mereka memiliki satu tekad yang utama yaitu menjadi “Sang Juara”, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik keapda sekolah. Kekuatan mereka juga berada pada niat. Niat mereka sangat diacungkan jempol. Latihan siang hari di bawah terik matahari yang sangat menyengat tidak mematahkan semangat mereka begitupula pada malam hari latihan jam 11 malam hingga setengah 3 pagi saat menjelang hari final DBL Gold Dance Competition membuat mereka semakin bersemangat. Menjadi juara 2 sudah sangat membanggakan bagi sekolah dan tentunya sang pelatih.

Tak hanya anggota Clique, anggota Cloque (Tim Property) juga sangat berpengaruh kepada kemenangan Clique. Cloque tahun ini diisi dengan 17 orang untuk membawa dan memindahkan propeti Clique yang akan digunakan untuk menari.

Setelah panjang perjuangan Clique untuk mempertahankan Juara 2, akhirnya team ini harus bubar di tahun depan (2020) mereka harus meneruskan ke Universitas pilihan masing-masing dan berfokus pada sekolah perguruan tinggi.

Clique (2018-2019)

Terimakasih Clique, Cloque kalian orang-orang yang berjiwa besar untuk sekolah kita.

Mau tau video lengkap menari Clique di Topten, yuk cek video dibawah ini!

Sinlui Masih Gemilang

Sinlui Masih Gemilang

Tanggal 27 September 2019 menjadi bukti bahwa SMAK St. Louis 1 Surabaya masih mempertahankan gelar “champion” di Honda DBL Surabaya selama dua tahun ini.

Pertemuan sengit antara SMAN 2 Surabaya dengan SMAK St. Louis 1 Surabaya mengingatkan kita terhadap pertandingan dua tahun lalu dibabak sweet-sixteen. SMAK St. Louis 1 Surabaya atau yang dikenal dengan Sinlui terpaksa mundur dengan kemenangan SMAN 2 Surabaya atau Smada dengan skor 21-20 dan tentunya hal ini membuat pemain Sinlui bertekad untuk mempertahankan gelar dan membalaskan dendamnya terhadap Smada.

Kuarter pertama di mulai dengan sangat panas, Sinlui terus menembakkan serangan ke jantung pertahanan Smada. Meskipun sudah berusaha untuk mengimbangi skor, tetapi Smada masih belum dapat menembus pertahanan Sinlui. Permainan dipermanis dengan kerjasama tim Sinlui, yaitu Marcellino Bonfilio dengan Michael Valentino yang membuat pertandingan pertama berakhir dengan skor 11 – 6 yang dimenangkan oleh Sinlui 1.

Kuarter kedua diawali dengan masuknya pemain-pemain andalan Sinlui lainnya, yaitu Bryan Tan dan Anthony Neuville. Dominasi Neuville di lapangan sebagai “Big Man” membuat pertahanan Smada kembali runtuh. Tak hanya Neuville, gerakan gesit dari Bryan Tan membuat pemain Smada kehilangan bola mereka. Permainan kuarter kedua ditutup manis oleh Anthony Neuville (MVP JRBL 2016) dengan skor 25-14.

Tak hanya pemain basket Sinlui yang ingin mempertahankan gelar, Clique team dance dari SMAK ST LOUIS 1 Surabaya juga masih mempertahankan gelar juara dua “runner-up” selama 4 tahun berturut-turut. Ditambah dengan gelar best costume membuat seluruh warga sinlui 1 bangga.

Kuarter ketiga pun dimulai setelah pengumuman juara UBS Gold Dance Competition. Pada kuarter ketiga ini, Sinlui mulai lengah. Beberapa kali bola harus lepas dari tangan pemain Sinlui dan membuat pemain Smada membalap skor menjadi 50-53. Tetapi sang MVP yaitu Marcelino Bonfilio terus berusaha menjauhkan skor dari Smada, Coach Ivan memperinatkan anak-anaknya untuk tidak terbawa arus permainan dari Smada. Berkat pertolongan sang MVP, Sinlui pun tetap unggul 10 poin yaitu 53-63.

Dominansi Sinlui makin tak terbendung di kuarter empat. Dengan mix combination pemain Sinlui yaitu Marcellino, Neuville, Bryan Tan, Michael Valentiono, dan Nicholas membuat pemain Smada mulai lengah. Coach Smada pun berusaha keras untuk mengetahui cara bermain Sinlui tetapi mental pemain Smada sudah menurun hal ini membuat Smada harus kalah dan menjadi “RUNNER-UP” dengan skor terakhir 79-62 dimenangkan oleh Sinlui.

Dengan demikian, sinlui masih dapat mempertahankan gelar Champion pada musim 2019. Dari cara bermain, kekompakkan, pemerataan, serta mental yang kuat menjadi kunci keberhasilan Sinlui. Pemain-pemain sinlui berusaha focus dan memperhatikan bola bukan kepada lawannya. Usaha mereka selama 1 tahun latihan membuahkan hasil yang sangat bearti bagi mereka dan warga sinlui. Hal tersebut membuat seluruh Indonesia mengakui bahwa Sinlui adalah standard pemain basket di Indonesia.

“Bermain dalam tim bukanlah soal jago atau keren tetapi bagaimana kamu bisa bekerja sama dengan tim” -Marcellino Bonfilio.

Mau lihat pertandingan Sinlui di Final DBL East Java Series? yuk cek video dibawah ini

https://www.youtube.com/watch?v=VnT7Xtuv_6o